Jadi Korban Pandemi dan Kekerasan, Kini 8.000 Orang Imigran Pilih Serbu AS

"Kami tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada anak-anak kami, dan ribuan dari kami terpaksa tidur di jalanan," kata Maria Jesus Paz, seorang ibu dari empat anak yang mengatakan bahwa dia kehilangan rumahnya karena badai.
"Inilah mengapa kami membuat keputusan ini, meskipun kami tahu bahwa perjalanan itu dapat merenggut nyawa kami," tambahnya.
Penguncian terkait virus corona menghancurkan ekonomi Honduras, yang tahun lalu tercatat mengalami kontraksi terburuk.
"Pertama, saya kehilangan pekerjaan karena pandemi, dan kemudian saya kehilangan rumah karena badai," kata Melvin Paredes, yang bergabung dengan rombongan bersama saudara laki-lakinya.
"Satu-satunya hal yang tersisa adalah berjuang untuk kelangsungan hidup keluarga saya," tambahnya. (reuters/ant/jpnn)
Rombongan Imigran pertama tahun ini datang kurang dari seminggu sebelum Presiden terpilih AS Joe Biden menjabat
Redaktur & Reporter : Natalia
- Trump Sewot Gegara Doa di Gereja, Desak Uskup Minta Maaf Terbuka
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Mulai Mendeportasi Imigran Tak Berdokumen
- Bersumpah Pakai 2 Alkitab saat Pelantikan Presiden, Trump Berjanji Ogah Perang Lagi
- Joe Biden Larang Pabrik Baja Amerika Dijual ke Perusahaan Jepang
- Australia Membutuhkan Pekerja Lepasan yang Cukup Banyak Menjelang Akhir Tahun
- Joe Biden Izinkan Ukraina Pakai Rudal Jarak Jauh AS untuk Serang Rusia