Jadi Penantang Risma, Rasiyo-Abror Sudah Lengkapi Berkas di KPU Surabaya

jpnn.com - SURABAYA - Kebuntuan politik pasangan calon tunggal dalam pilwali Kota Surabaya nampaknya akan segera berakhir. Itu setelah pasangan yang diusung Partai Demokrat dan PAN Rasiyo - Dhimam Abror Djuraid datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya untuk mendaftar sekitar pukul 15.40 Wib.
Kedatangan mereka diiringi ratusan pendukungnya. Koalisi "Biru" tersebut segera mengisi daftar tamu, dan bergegas menuju lantai tiga Ruang Graha Swara Kantor KPU Surabaya.
Tak ada raut tegang dari keduanya, berkali-kali kedua pasangan ini melambaikan tangan dan tersenyum ringan, kepada awak media yang telah menunggu sejak pagi.
Keduanya tak segan-segan berpose mengepalkan tangan dan salam komando dihadapan awak media."Alhamdulilah. Sehat," bisik Dhimam kepada pojokpitu.com (JPNN Group) saat ditanya kabar hari ini.
Kedua tim sukses pasangan tersebut segera memproses berkas pendaftaran di meja KPU. Keduanya tepat waktu setengah jam, sebelum masa pendaftaran ditutup.
(Baca: Duh, Tiba-tiba Calon Independen Mendaftar di KPU Surabaya, Maaf…)
(Baca: Alhamdulillah, Pilkada Surabaya Bakal Selamat)
(Baca: Pilkada Surabaya Bakal Selamat, Tiga Partai Malah Menggugat)
SURABAYA - Kebuntuan politik pasangan calon tunggal dalam pilwali Kota Surabaya nampaknya akan segera berakhir. Itu setelah pasangan yang diusung
- Setelah Pelantikan Kepala Daerah, Sultan Wacanakan Gubernur Dipilih Secara Tidak Langsung, Simak Penjelasannya
- Hasto Ditahan KPK, Said Tegaskan tidak Ada Pergantian Sekjen PDIP
- Begini Kalimat Masinton Tanggapi Instruksi Megawati soal Retret, Mantap!
- IPW Menilai Lirik Lagu Band Sukatani Bikin Panas Telinga Polisi
- Kedepan, Instruksi Megawati Bisa Diarahkan ke Kader PDIP di Legislatif
- Program Remaja Bernegara Bentuk Tanggung Jawab Parpol untuk Regenerasi Dunia Politik