Jadikan Pandemi Sebagai Momentum untuk Berintrospeksi

Selain itu, ruang publik harus diisi dengan hal positif dalam pembangunan persatuan bangsa Indonesia. Contohnya adalah perlu melestarikan permainan tradisional.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan kebinekaan dapat membuat Indonesia bertahan tanpa meninggalkan identitas sebagai bangsa yang memiliki budaya yang tersebar. Kita bisa menjadi negara yang bersatu dan berdaulat karena perbedaan yang ada tidak dinegasikan.
“Sekarang ini bagaimana kita meneguhkan kembali Bhinneka Tunggal Ika ini. Menurut saya Bhinneka Tunggal Ika itu berbeda-beda agar kita satu atau justru persatuan itu adalah perbedaan. Kita bisa menjadi negara yang bersatu dan berdaulat karena perbedaan yang ada tidak dinegasikan," ujar Abdul.
Abdul menambahkan masyarakat harus kembali menumbuhkan kesadaran ke sejarah.
“Indonesia butuh membangun kembali kesadaran sejarah bahwa Indonesia terbentuk karena kesadaran pendiri bangsa serta mengakui dan merawat serta memperkuat keragaman yang ada dalam bentuk yang konstruktif,” ujar Abdul.(fri/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Pandemi saat ini seharusnya menjadi momentum kita untuk introspeksi dan membenahi tata kelola baik birokrasi dan ekonomi untuk mengembalikan lagi kemandirian pangan, ekonomi, dan kesehatan.
Redaktur & Reporter : Friederich
- Stafsus BPIP Romo Haryatmoko: Perlu Transformasi Pembelajaran di Era Digital
- Dewan Pakar BPIP Apresiasi Komitmen Menlu Sugiono Jalankan Diplomasi Pancasila
- Indonesia jadi Anggota BRICS, Dewan Pakar BPIP: Ranah Baru Aktualisasi Prinsip Bebas Aktif
- Anggap Muslim di Indonesia Paling Beruntung, Kepala BPIP Sebut Setiap WNI Terlahir jadi Capres
- Salam Pancasila, BPIP Punya Mars Baru Hasil Sayembara
- Refleksi Akhir Tahun, BPIP Komitmen Jaga dan Kuatkan Pembinaan Ideologi Pancasila