Jahat, Aktivis Anti Vaksin Berniat Membunuh Seorang Pemimpin

Banyak serangan diarahkan kepada dokter, politikus dan wartawan.
Vaksinasi akan diwajibkan mulai 16 Maret bagi orang-orang yang bekerja di rumah sakit, panti jompo dan fasilitas kesehatan lainnya.
Media penyiaran Jerman ARD melaporkan lebih dari selusin politikus, media massa dan institusi publik telah menerima surat ancaman perlawanan berdarah terhadap aturan tersebut.
Surat itu juga disertai bungkusan berisi potongan daging.
Pada September, sebuah pusat vaksinasi di Saxony menjadi target pembakaran.
Bulan lalu, sekelompok orang berkumpul di luar kediaman menteri dalam negeri Saxony sambil membawa obor, yang terlihat secara implisit sebagai ancaman kekerasan.
Grup Telegram para penentang vaksinasi di Dresden menjadi perhatian pihak berwenang menyusul laporan investigatif oleh jurnalis ZDF pekan lalu.
Laporan itu menyebutkan para anggota grup itu telah berdiskusi tentang pembunuhan pejabat-pejabat pemerintah Saxony.(Antara/Reuters/JPNN)
Para aktivis anti vaksin berniat membunuh seorang pemimpin negara bagian, begini alasan mereka.
Redaktur & Reporter : Ken Girsang
- Respons KSAL soal Kasus Oknum TNI AL Diduga Bunuh Juwita
- Diduga Bunuh Bayi Sendiri, Brigadir Ade Kurniawan Tersangka
- Ridho Membunuh Teman Kencan Setelah 2 Kali Begituan, Pemicunya Diungkap saat Sidang
- Asmara Berujung Maut, Beginilah Alung Menganiaya Wulan di Hotel Itu, Innalillahi
- Analisis Reza soal Ayah Diduga Membunuh 4 Anaknya di Jagakarsa Lalu Coba Bunuh Diri
- Ayah Diduga Bunuh 4 Anaknya di Jagakarsa, Ini Info dari Polisi