Jakarta Tarik Rem Darurat, Warga Jerman Lebih Takut Trump Ketimbang Virus

Tingkat penularan di India belum tunjukkan penurunan

Dengan lebih dari 90.000 kasus COVID-19 harian dalam sepekan, India belum menunjukkan tanda-tanda penularan akan berkurang.
Selama ini, Pemerintah India selalu mengatakan tingkat kematian di negaranya masih jauh lebih rendah dari Brazil, Amerika Serikat, dan negara-negara di Eropa.
Namun, awal pekan ini, tingkat kematian negara tersebut telah mengalahkan Brazil.
Penularan gelombang kedua COVID-19 sudah mulai berlangsung di Delhi, sementara negara bagian Maharasthra masih kesulitan menekan jumlah penularan.
Rekor jumlah harian kasus di India disebabkan oleh meningkatnya jumlah testing, yaitu jutaan orang per hari.
Epidemiolog Tanmay Mahapatra mengatakan proyeksi saat ini menunjukkan tambahan jumlah kasus harian India akan mencapai puncaknya di antara angka 100.000 dan 150.000.
"Kemungkinan akan terjadi di akhir Oktober atau awal November," kata Dr Mahapatra.
Angka penularan virus corona di Indonesia, termasuk di ibukota Jakarta terus meningkat yang membuat pemerintah kembali membatasi aktivitas warganya
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- PSI DKI Kritik Pramono, Jangan Undang Warga dari Luar Kota Setelah Lebaran
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump