Jaksa Agung: Cukong Narkoba Harus Dihukum Lebih Berat

jpnn.com, JAKARTA - Jaksa Agung Prasetyo sependapat dengan Kepala BNN Komjen Budi Waseso agar para bandar termasuk oknum aparat yang terlibat narkoba dihukum berat.
“Begitu juga bandar dan pengedar atau cukong-cukong gembong narkoba itu sudah selayaknya dihukum lebih berat dari yang lain atau dari sekadar yang menjadi pengguna,” kata Prasetyo di gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/10).
Menurut Prasetyo, setiap perkara narkotika memang ada pertimbangan memberatkan dan meringankan.
Namun, ujar dia, jika petugas pemerintah yang ikut melanggar hukum dalam kasus narkoba, tentu layak dihukum lebih berat dari yang lain.
Pras mengatakan, selama ini para gembong bandar dan jaringan pengedar narkoba selalu dituntut dengan hukuman tinggi.
“Bahkan, kami tuntut maksimal,” tegasnya.
Sebelumnya, Budi Waseso, Selasa (10/10), di kantornya menyatakan agar oknum sipir lapas perlu dihukum cincang apabila terlibat jaringan narkoba.
Dia menegaskan bahwa oknum lapas yang terlibat jaringan narkoba sebagai penghianat bangsa.
Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto menilai pernyataan Budi Waseso agar para bandar maupun oknum aparat lapas terlibat narkoba tidak hanya dihukum mati tapi dicincang, sebagai pengingat agar semua terus berperang melawan narkoba.
Cukong narkoba harus dihukum lebih berat dari pecandu obat terlarang tersebut
- Penembakan di Lokasi Judi Sabung Ayam Diduga Terencana, Sahabat Polisi: Pelaku Harus Dihukum Berat
- Oknum Polisi Jadi Bandar Narkoba, Bripka Khairul Yanto DPO
- Brigjen Mukti Sebut Direktur Persiba Catur Adi Bandar Narkoba Kaltim
- Polda Riau Tangkap Bandar Narkoba, Amankan 14 Kg Sabu-sabu dan 6.800 Butir Ekstasi
- Cuma Diberi Imbalan Rp 200 Ribu, Kurir Narkoba Dituntut Hukuman Mati
- Polres Banyuasin Tangkap Residivis Bandar Sabu-Sabu