Jamkrindo Gelar Edukasi Kesehatan Mental di Hari Anak Nasional

Penggunaan teknologi yang berlebihan pada anak dan remaja telah membawa beberapa konsekuensi negatif antara lain pertumbuhan kemampuan sosial yang lebih terbatas, berkurangnya rentang perhatian, dan masalah-masalah faktor kesehatan baik fisik maupun mental.
“Dengan banyaknya informasi yang tersedia di Internet, sulit bagi orang tua untuk memantau apa yang anak-anak konsumsi, termasuk konten yang tidak pantas untuk usianya,” ucap Kasandra.
Tak jarang paparan yang berlebihan terhadap informasi mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan perilaku, perasaan inferior hingga trauma.
“Tugas orang tua untuk memahami dan mengobservasi proses tumbuh kembang anak dan membimbing mereka untuk dapat mengaktualisasikan diri. Orang tua harus peka dalam mengidentifikasi minat dan bakat anak serta mengenal profil psikologis anak,” terang Kasandra.
Ketua Dewan Pengurus Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Bidang Sosialisasi, Edukasi dan Promosi Hak Anak Lia Lathifah mengapresiasi kepedulian Jamkrindo terhadap anak Indonesia.
Dia berharap kerja sama strategis yang telah dilakukan Jamkrindo dan Komnas Anak terus bisa ditingkatkan untuk peningkatan dan kualitas anak Indonesia.(chi/jpnn)
Jamkrindo telah melakukan berbagai edukasi yang menyasar para pelajar, guru, dan orang tua melalui kegiatan edukasi peduli kesehatan mental cegah perundungan.
Redaktur & Reporter : Yessy Artada
- HaloAnak Permudah Orang Tua Untuk Konsultasi Kesehatan Anak
- Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, Jamkrindo Salurkan Ribuan Paket Sembako di 10 Kota
- Pemprov DKI Jakarta Siapkan Aplikasi Layanan Konsultasi Kesehatan Mental & Jiwa, Gratis
- Gelar Safari Ramadan, Jamkrindo Salurkan Bantuan Sosial di 10 Unit Wilayah Kerja
- Peduli Kesehatan Mental Pelaut, PIS Gandeng Federasi Internasional
- Cegah Kasus Kesehatan Mental Lewat Platform Heroremaja Besutan Yayasan Plato