Jamwas Eksaminasi 'Perkara ATM' di Daerah
Jumat, 04 November 2011 – 15:25 WIB
JAKARTA - Bidang pengawasan Kejaksaan Agung akan membuka kembali kasus korupsi lama di daerah yang terhenti di tengah jalan tanpa alasan jelas. Langkah ini dimaksudkan agar para penyidik kembali ke standar operasional prosedur (SOP) kerja yang sudah ada bahwa tiap tahapan penyidikan memiliki batas waktu.
"Terutama juga menghindari tuduhan praktik perkara ATM," tegas Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM Was) Marwan Effendy, Jumat (4/11).
Perkara ATM adalah kasus yang diduga sengaja "digantung" atau tak dilanjutkan penyidikannya oleh oknum kejaksaan setelah mendapatkan sesuatu sepertu uang dan barang dalam jumlah tertentu dari tersangka. Agar kasus tidak dilanjutkan, tersangka terus-menerus memberikan setoran kepada jaksa. Namun, banyak juga ketika tersangka tidak memiliki duit lagi untuk disetorkan, perkara akhirnya dilanjutkan ke pengadilan.
"Mereka (penyidik kejaksaan) tak perhitungkan dampak sosial setelah seorang ditetapkan jadi tersangka. Jangan sampai seenaknya dinaikan ke dik (penyidikan) kemudian kasusnya dibiarkan," tegas mantan JAM Pidana Khusus ini.
JAKARTA - Bidang pengawasan Kejaksaan Agung akan membuka kembali kasus korupsi lama di daerah yang terhenti di tengah jalan tanpa alasan jelas. Langkah
BERITA TERKAIT
- Kemendagri Apresiasi Kinerja Pj Gubernur Sumut, Luar Biasa
- 5 Berita Terpopuler: Pernyataan BKN Keluar, Kepastian Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu Ada tetapi Tanpa Tunjangan, Waduh
- Gaji PPPK Paruh Waktu Rp 3,8 Juta, Jam Kerja Part Time Belum Jelas
- Peradi Masih jadi Pilihan Utama Calon Advokat Untuk Ikuti PKPA
- Masjid Indonesia Pertama di Yokohama Jepang Resmi Dibangun
- KAI Properti Dukung Pelestarian Lingkungan Melalui Aksi Tanam Pohon