Jangan Alergi Bicara Pemindahan Ibu Kota
Kamis, 13 April 2017 – 14:52 WIB
Kota Palangka Raya saat terjadi bencana kabut asap. Ilustrasi Foto: JPG/dok.JPNN.com
Ditambah sarana transporasi publik yang belum tersedia dengan baik.
Kebanyakan masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan, ujar Baidowi, Polda Metro Jaya saja dalam sehari bisa mengeluarkan 1.000 surat tanda nomor kendaraan (STNK).
"Makanya di DKI Jakarta itu ada pembatasan usia kendaraan," ujarnya.
Karenanya, Baidowi mengingatkan publik agar jangan alergi bicara soal pemindahan ibu kota negara.
Namun, jika harus dipindah, masalah biaya juga mesti dipertimbangkan.
"Kalau misalnya harus dipindah ke luar kota, berapa biaya yang harus dikeluarkan termasuk segala konsekuensinya," paparnya. (boy/jpnn)
Anggota Komisi II DPR Ahmad Baidowi berharap masyarakat tidak alergi berbicara pemindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalteng,
Redaktur & Reporter : Boy
BERITA TERKAIT
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa
- DPR Segera Bahas RKUHAP, Muncul Penegasan Penyidikan Harus Pakai CCTV
- Enggan Tanggapi Pengesahan UU TNI, Prabowo Hanya Tersenyum dan Lambaikan Tangan