Jangan Asal! Ini Sederet Risiko Minum Obat Sambil Tiduran

jpnn.com - Minum obat sambil tiduran merupakan hal lumrah yang dilakukan saat sedang sakit.
Meski demikian, medis sebenarnya tidak menyarankan minum obat sambil berbaring. Jika terus dilakukan, tindakan tersebut malah dapat meningkatkan risiko efek samping yang merugikan.
Risiko di balik minum obat sambil tiduran
Saat seseorang minum obat sambil berbaring, kecepatan obat untuk ditelan dan masuk ke lambung menjadi berkurang. Akibatnya, obat akan berkontak dalam waktu lama dengan saluran penghubung mulut dan lambung (esofagus).
Faktanya, beberapa jenis obat dapat menyebabkan iritasi apabila terlalu lama berkontak dengan esofagus. Iritasi dinding esofagus yang terjadi berulang-ulang dapat menyebabkan esofagitis alias peradangan pada esofagus.
Cepat atau lambat, peradangan pada esofagus dapat menyebabkan perlukaan luas dan perdarahan. Kondisi ini membuat penderita akan merasakan nyeri leher saat makan dan menelan.
Tidak hanya itu, minum obat sambil berbaring juga bisa meningkatkan risiko tersedak. Obat bisa saja menyangkut di tenggorokan dan menyebabkan rasa tidak nyaman; mulai tenggorokan sakit hingga kesulitan bernapas.
Tersedak akibat cara minum obat yang salah juga meningkatkan risiko pneumonia aspirasi. Kondisi ini terjadi karena masuknya cairan atau benda asing ke dalam paru-paru, sehingga terjadi peradangan.
Medis sebenarnya tidak menyarankan minum obat sambil berbaring. Jika terus dilakukan, tindakan tersebut malah dapat meningkatkan risiko efek samping yang merugikan.
- 7 Makanan yang Bantu Anda Tidur Lelap Malam Ini
- 7 Minuman yang Bantu Anda Mudah Tidur Nyenyak Malam Ini
- 5 Manfaat Minum Susu Sebelum Tidur yang Bikin Kaget
- Tingkatkan Kualitas Tidur dengan Mengonsumsi 7 Makanan Ini
- 7 Cara Alami yang Membantu Menghilangkan Tungau Kasur, Dijamin Ampuh!
- 10 Minuman yang Bantu Anda Mudah Tidur Nyenyak Setiap Malam