Jangan Ganggu Yogya Istimewa dengan Mengusik Aturan Agraria
Rabu, 21 Maret 2018 – 17:21 WIB

Sri Sultan HB X di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Foto: Radar Jogja
“Mereka yang bukan asli Yogyakarta harus tahu hak keistimewaan yang dimiliki daerah ini. Keistimewaan yang didapat itu tidak serta merta diperoleh tanpa alasan konstitusional dan historis," ategasnya.
Karena itu Fajar juga meminta penggugat tahu diri soal keistimewaan DIY. Terlebih sebelum Republik Indonesia berdiri, Yogyakarta sudah memiliki pemerintahannya sendiri dan diakui oleh Pasal 18 UU 1945.
"Kalau hukum dipaksakan untuk berubah, mau jadi apa negara ini? Janganlah karena kita mengejar materi untuk pihak-pihak tertentu, hukum yang ada ditabrak dan membuat hukum rimba sendiri. Tidak betul namanya ini. Save Yogyakarta," tandasnya.(wid/rmo/jpg)
Keistimewaan DIY bukan hanya soal tata kelola pemerintahan. Kebijakan agraria di DIY juga menjadi salah satu keistimewaan provinsi pimpinan Sri Sultan HB itu.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Anggota Dewan DIY Dorong Terwujudnya Regulasi Smart Province
- PKB Bakal Usulkan DIY Jadi Daerah Laboratorium Bencana
- Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi, BMKG Imbau Nelayan di DIY Tunda Melaut
- Bea Cukai Gelar 139 Penindakan Rokok Ilegal di Jateng-DIY Selama Januari, Ini Hasilnya
- Hadir di Indonesia, Falscara Tawaran Kemudahan DIY Eyelash Extension
- Jubir Kementrans: Calon Transmigran Gunungkidul Sudah Diberangkatkan ke Sumbar