Jangan Gunakan Zat Aditif Aftermarket ke BBM, Ini Risikonya
Jumat, 28 Juni 2019 – 19:37 WIB

Ilustrasi pengisisan BBM ke kendaraan. Foto: Ist
"Kami tentunya sudah membuat keseimbangan dalam formulasi BBM dan semua sudah melalui proses uji, sehingga BBM yang dipasarkan sudah tidak ada lagi menimbulkan efek yang bisa merusak kendaraan," tegsa dia. (mg9/jpnn)
Fuel Scientist Shell Global, Andreas Shaefer tidak menyarankan penggunaan zat aditif aftermarket ke dalam BBM. Sebab, zat aditif juga bisa membuat kadar kualitas BBM akan berkurang.
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian
BERITA TERKAIT
- Harga BBM Shell, BP, dan Vivo Turun Mulai 1 April, Ini Rinciannya
- Shell Membantah Bakal Tutup SPBU di Indonesia
- Erbe, Zat Aditif BBM yang Diklaim Bisa Tekan Emisi Gas Buang
- Usaha Shell Meningkatkan Produktivitas Industri Lewat Pemanfaatan Pelumas Gemuk
- 80 Tim Dari 12 Negara Siap Meramaikan Shell Eco-marathon Asia Pacific 2024
- Pelumas Shell Mysella S7N Ultra Diklaim Tingkatkan Kinerja Industri Tenaga Listrik