Jangan Haramkan Politisasi !
Rabu, 10 Maret 2010 – 16:49 WIB
Jangan Haramkan Politisasi !
JAKARTA – Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar mengatakan tidak perlu merasa aneh terhadap munculnya beberapa kasus yang menjadi gerbong dari Skandal Bank Century. Menurutnya, munculnya kasus Letter of Credit (L/C) bodong yang melibatkan politisi Partai Keadilan Sejahtera Misbakhun, 16 politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang terlibat dalam kasus suap pemilihan Miranda Goeltom sebagai Dewan Gubernur Senior Bank Century lebih baik dibiarkan agar terbongkar.
“Politisasi jangan dianggap haram. Biarkan sepanjang itu benar supaya Century ini menjadi kotak pandora seperti dalam mitos Yunani,” kata Zainal pada diskusi bertema "Temuan KPK Soal Penyimpangan FPJP dan Penuntasan Century Gate" di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (10/3).
Baca Juga:
Sebagaimana dalam mitos Yunani, kotak pandora adalah kotak yang berisi kejahatan dan keburukan yang diterima Pandora dari Dewa Zeus . Karena rasa ingin tahu, akhirnya Pandora meminta suaminya Epimetheus membuka kotak tersebut hingga terbongkar kejahatan.
Zainal mengatakan yang perlu dilakukan saat ini adalah mengawal seluruh proses terbongkarnya kasus demi kasus itu karena dengan terbongkarnya dengan kasus ikutan dari Century, potensi barter kasus sangat mungkin terjadi. “Harus dikawal seluruhnya sehingga tidak terjadi barter kasus,” pungkasnya. (awa/jpnn)
JAKARTA – Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar mengatakan tidak perlu merasa aneh terhadap
Redaktur & Reporter : Auri Jaya
BERITA TERKAIT
- Koalisi Masyarakat Sipil Mengecam Intervensi Anggota TNI di Kampus UI dan UIN Semarang
- Berdoa di PIK, Biksu Thudong Tebar Pesan Damai
- Pemerintah Fokus Tuntaskan Pengangkatan PPPK Tahap 1, Honorer R2/R3 Keburu Pensiun
- Setiawan Ichlas Hadirkan Ustaz Adi Hidayat di Tabligh Akbar di Palembang
- Gegara Panggilan Sidang Tak Sampai Alamat, Tergugat Datangi Kantor Pos di Jambi
- Menyambut Thudong 2025 di PIK Bukan Ritual Semata, Melainkan Pengalaman Jiwa