Jangan Sering Konsumsi Telur Asin, Ini Bahayanya untuk Kesehatan

jpnn.com, JAKARTA - TELUR asin adalah telur bebek yang diawetkan dalam air garam selama beberapa minggu.
Telur bebek digunakan (sebagai pengganti telur ayam yang lebih populer) karena tekstur cangkangnya yang memungkinkan penyerapan air garam lebih menyeluruh.
Setelah diawetkan dalam air garam, telur bebek mengembangkan konsistensi krim dengan rasa asin yang kaya.
Selain itu, tekstur yang dimiliki oleh telur bebek lebih kenyal dan rasanya lebih gurih daripada telur ayam.
Namun, waspadai risiko kesehatan yang muncul akibat terlalu sering mengonsumsi telur asin. Hal ini karena telur asin mengandung natrium (sodium) dan kolesterol yang tinggi.
Menurut laman Genpi.co, Selasa, makanan yang mengandung banyak garam berarti mengandung natrium dengan kadar tinggi.
Kandungan natrium yang tinggi biasanya ditemukan dalam makanan siap saji dan makanan olahan atau kemasan. Telur asin juga termasuk makanan yang tinggi natrium.
WHO (World Health Organization) atau Lembaga Kesehatan Dunia menyarankan asupan garam hanya 5 gram (setara dengan natrium 2.000 mg) per hari.
Ada beberapa bahaya kesehatan jika Anda terlalu sering mengonsumsi telur asin seperti meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal.
- Momen Santap Lebaran, Pakar Gizi Ingatkan Hal Penting Ini
- Universal Eco Kelola Lebih dari 5.000 Ton Limbah Medis Sepanjang 2024
- 7 Herbal Terbaik untuk Meningkatkan Nafsu Makan
- Puasa Sehat dengan Olahraga, Rahasia Fit selama Ramadan
- Diabetes Care Prodia Bidik Segmen Produktif yang Sibuk Kerja
- Bayer Hadirkan Inovasi Berbasis Sains Untuk Kesehatan & Pertanian Indonesia