Janji Siapkan SMK Perikanan di Cirebon

"Di sekolah itu, para siswa dididik untuk menjadi tenaga kerja dan ahli di bidang kelautan," kata Kang Uu.
Dengan lahirnya banyak tenaga terdidik yang menguasai teknologi, Kang Uu yakin, industri perikanan di Jawa Barat akan lebih baik.
"Kita harus meniru Jepang, mereka menggali potensi perikanan sangat baik, nelayan melaut dengan teknologi, hasil tangkapannya diolah secara industri. Sehingga nelayan di Jepang kaya-kaya. Kalau Jepang bisa, kenapa kita tak bisa? Saya yakin kita bisa," kata Kang Uu.
Di desa nelayan Gebang, Kang Uu juga mendengar keprihatinan lain para nelayan.
Antara lain, nelayan sering terjerat rentenir ketika cuaca buruk dan tak bisa melaut, infrastruktur jalan rusak di sekitar desa nelayan, dermaga yang tidak memadai, hingga kurangnya penyuluhan tentang industri perikanan dari pemerintah.
"Para nelayan berjuang sendiri untuk menangkap ikan dilaut hingga menjual ikannya. Kondisi kehidupan para nelayan di sini rata-rata masih di bawah garis kemiskinan.
"Kami berharap, Kang Uu bisa memberikan solusi terhadap permasalahan nelayan tersebut," kata Carmat, nelayan yang juga warga setempat kepada Kang Uu.
Menurut Kang Uu, paslon Rindu (Ridwan Kamil - Uu) punya program satu desa satu perusahaan. Jika potensi di Desa Gebang ini adalah perikanan, maka yang digenjot imdustri perikanan.
Beberapa wilayah di Jawa Barat berpotensi perikanan dan kelautan sehingga dibutuhkan tempat pendidikan seperti SMK.
- Tingkatkan Ekonomi Setelah Tsunami Selat Sunda, Istri Nelayan Produksi Aneka Olahan Laut
- Bea Cukai Tual Kawal Perusahaan Ini Ekspor Produk Perikanan ke Hong Kong
- Ini Upaya Bea Cukai Kendari untuk Dorong Pengembangan Komoditas Berorientasi Ekspor
- Dirjen PDS KKP Pastikan Stok dan Mutu Perikanan Aman pada Nataru
- Bea Cukai Melepas Ekspor 13 Ribu Ekor Belut Sawah Hidup Asal Banjarmasin ke Tiongkok
- Bea Cukai Kendari Lepas Ekspor Perdana 3,2 Ton Ikan Kerapu Asal Wakatobi ke Hong Kong