Janji Siapkan SMK Perikanan di Cirebon

"Jadikan Desa inj terkenal dengan potensi tangkapan ikan segarnya. Jadi kalau orang mau makan ikan segar, adanya di Desa Gebang, misalnya," kata Kang Uu.
Terkait infrastruktur yang masih kurang memadai di desa nelayan, menurut Kang Uu, harus diselesaikan secara kolaboratif. Baik pemerintah daerah maupun provinsi, saling berkoordinasi.
"Jika Kabupaten mempunyai masalah anggaran terkait pembangunan jalan rusak, maka provinsi akan turun tangan melalui bantuan gubernur untuk menyelesaikan persoalan jalan rusak," kata dia.
Terkait rentenir, menurut Kang Uu, Rindu punya program kredit Mesra (Mesjid Sejahtera), kredit tanpa bunga dan agunan dengan nilai pinjaman maksimal Rp30 juta.Kredit tersebut disalurkan melalui masjid.
Selain itu, melalui program satu desa satu perusahaan, diharapkan ekonomi tumbuh, dan rakyat sejahtera."Ketika rakyat sejahtera, maka rentenir tidak akan laku," ujar Kang Uu.(flo/jpnn)
Beberapa wilayah di Jawa Barat berpotensi perikanan dan kelautan sehingga dibutuhkan tempat pendidikan seperti SMK.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Tingkatkan Ekonomi Setelah Tsunami Selat Sunda, Istri Nelayan Produksi Aneka Olahan Laut
- Bea Cukai Tual Kawal Perusahaan Ini Ekspor Produk Perikanan ke Hong Kong
- Ini Upaya Bea Cukai Kendari untuk Dorong Pengembangan Komoditas Berorientasi Ekspor
- Dirjen PDS KKP Pastikan Stok dan Mutu Perikanan Aman pada Nataru
- Bea Cukai Melepas Ekspor 13 Ribu Ekor Belut Sawah Hidup Asal Banjarmasin ke Tiongkok
- Bea Cukai Kendari Lepas Ekspor Perdana 3,2 Ton Ikan Kerapu Asal Wakatobi ke Hong Kong