Jantung Koroner Ancam Kaum Muda
Kamis, 16 Februari 2012 – 10:24 WIB

Jantung Koroner Ancam Kaum Muda
BANJARMASIN – Penyakit jantung adalah penyakit pembunuh nomor satu, tak hanya di Indonesia tapi bahkan di dunia. Di Banjarmasin, kasus penyakit jantung koroner (PJK) mendominasi di antara penyakit serius lainnya. Data RSUD Ulin Banjarmasin mencatat ada 520 kasus PJK sepanjang tahun 2010. Sedangkan pada tahun 2011 mencapai 500 kasus. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Ulin Banjarmasin dr Adi L Saputro SpJP menjelaskan, PJK dipicu oleh penyempitan pembuluh darah jantung.
“Ada banyak faktor risiko yang menjadi penyebab, tapi yang paling besar pengaruhnya adalah penyakit kencing manis (diabetes mellitus), disusul hipertensi dan kolesterol tinggi,” ujarnya Adi L Saputro.
Baca Juga:
Di luar dua faktor risiko itu, ada satu hal lagi yang juga berperan penting memupuk bibit PJK, yakni gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang olahraga, dan mengonsumsi makanan berlemak.
Seperti diketahui, lidah urang Banjar sangat menggemari makanan bersantan, misalnya nasi kuning, lontong, dan ketupat. “Yang tidak bisa dihindari adalah faktor keturunan. Misalnya orang tuanya kena PJK, maka si anak juga punya potensi besar. Kalau sudah begitu, harusnya si anak tidak menambah dengan faktor risiko yang lain, jangan merokok dan harus rajin olahraga,” tuturnya.
BANJARMASIN – Penyakit jantung adalah penyakit pembunuh nomor satu, tak hanya di Indonesia tapi bahkan di dunia. Di Banjarmasin, kasus penyakit
BERITA TERKAIT
- Lemonilo Hadirkan Keripik Ubi dengan Varian Rasa Burger Keju
- KKI Temukan 40% Galon Guna Ulang Sudah Berusia di Atas 2 Tahun, Ini Bahayanya
- Lemonilo Hadirkan Layanan Bikin Happy dan Brownies Crispy Strawberry Cheese
- Kuliner Khas Blora 'Depot Sameen' Terinspirasi Pahlawan Lokal Hadir di Blok M
- Begini Cara Yayasan Anxiety Care Indonesia Rayakan Ulang Tahun ke-5
- Data ILO 2024 Sebut Peran Perempuan di Level Tinggi Menurun