Jauh-Jauh ke Prancis, Netanyahu Cuma Dapat Kecaman

jpnn.com, PARIS - Kunjungan PM Israel Benjamin Netanyahu ke Prancis dalam rangka membujuk Presiden Emmanuel Macron agar menentang kesepakatan nuklir Iran. Sayang, Macron bergeming. Dia tak mau pindah haluan.
Di mata Netanyahu, program nuklir Iran adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dunia. ”Fakta yang kami temukan di Iran belum lama ini menunjukkan bahwa negara tersebut telah berbohong soal program senjata nuklirnya. Maka, sudah saatnya meningkatkan tekanan terhadap mereka,” kata Netanyahu dalam jumpa pers bersama Macron seperti dikutip Associated Press, Rabu (6/6).
Menyambung kalimat Netanyahu, Macron menegaskan bahwa Prancis akan tetap berpegangan pada kesepakatan nuklir Iran yang saat ini masih berlaku. Satu-satunya cara untuk mengendalikan program nuklir Iran, menurut dia, adalah menerapkan kesepakatan yang sudah ada.
”Berhenti berkomitmen dan angkat kaki dari kesepakatan bukanlah pilihan yang tepat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Macron juga mengkritik Israel yang terlalu brutal menghadapi demonstran-demonstran Palestina di Jalur Gaza.
”Prancis mengecam keras penggunaan kekerasan dan senjata dalam menertibkan unjuk rasa warga sipil,” tegas tokoh 40 tahun itu seperti dilansir Reuters. (hep/c10/dos)
Kunjungan PM Israel Benjamin Netanyahu ke Prancis gagal total. Dia hanya mendapat kecaman dari Presiden Emmanuele Macron
Redaktur & Reporter : Adil
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Presiden Macron: Serangan Israel di Beirut Tak Dapat Diterima
- Peringati Hari Al Quds Sedunia, Ribuan Massa Padati Gedung Grahadi Surabaya
- Sukseskan Perdamaian, Malaysia Siap Tampung Warga Palestina
- Prancis Apresiasi Polres Tanjung Priok Tangkap Pelaku Pembegalan Warganya
- Akademisi Ajak Masyarakat Cermat Ajakan Boikot Beragendakan Persaingan Bisnis