Jeddah Lockdown Lagi, Masjid Terpaksa Ditutup Kembali

"Setelah meninjau situasi epidemiologis dan tingginya tingkat hunian perawatan intensif, diputuskan untuk mengambil tindakan pencegahan yang ketat di Kota Jeddah selama dua minggu," demikian keterangan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang dikutip kantor berita AFP.
Pegawai kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta tidak diizinkan bekerja di kantor.
Restoran dan kafe juga ditutup lagi, kemudian perkumpulan maksimal dihadiri lima orang.
Namun, seperti dilansir Arab News, Sabtu 6 Juni 2020, penerbangan domestik dan kereta api masih beroperasi karena orang-orang masih bisa keluar masuk di luar jam malam.
Lalu, untuk orang-orang yang dikecualikan dari pembatasan sebelumnya juga tetap dibebaskan dari pembatasan sekarang, asalkan selalu mematuhi prosedur yang berlaku.
Kemenkes Arab Saudi mengungkapkan, aturan-aturan ketat juga bisa kembali diterapkan di Riyadh seusai dilonggarkan pada akhir Mei, jika terus terjadi peningkatan kasus corona dalam beberapa hari ke depan.
Kemendagri Arab Saudi menambahkan, jumlah pasien kritis virus corona di Riyadh sedang dipantau dan tindakan yang tepat akan diambil jika jumlah kasus meningkat seperti yang terjadi baru-baru ini. (afp/arabnews/ngopibareng/jpnn)
Jeddah kembali melakukan lockdown selama 15 hari akibat jumlah kasus covid-19 yang meningkat lagi.
Redaktur & Reporter : Natalia
- 6 Korban Tewas Kecelakaan Bus Umrah Bakal Dimakamkan di Saudi
- 4 Warga Semarang Meninggal dalam Kecelakaan Bus Jemaah Umrah
- Bus Rombongan Umrah Kecelakaan di Saudi, 6 WNI Wafat
- Kapolda Metro Abaikan Laporan Perusahaan Saudi soal RJ WN India di Kasus Penggelapan
- Polisi Dinilai Selewengkan Restorative Justice di Kasus WN India Vs Perusahaan Saudi
- BPKH Limited Perkenalkan Bumbu Khas Indonesia untuk Katering Jemaah Haji di Arab Saudi