Jelang Dieksekusi Mati, Mary Jane Masih Tetap Main Voli

jpnn.com - JOGJA – Nasib terpidana mati, Mary Jane Fiesta Veloso (29) masih tak menentu. Padahal Presiden Joko Widodo telah menolak permohonan grasi terhadap 'ratu heroin' yang merupakan warga Filipina itu.
Kepala Lapas IIA Wirogunan Zaenal Arifin mengakui bahwa Mary Jane masih menjadi warga binaannya di lapas.
“Masih ada di sini. Hingga hari ini, dia (Mary Jane) kondisinya juga baik-baik saja,” katanya dilansir Radar Jogja (Grup JPNN.com).
Mary Jane masih menjadi warga binaan Lapas IIA Wirogunan, karena hingga saat ini pihak lapas belum mendapatkan pemberitahuan tentang pelaksanaan eksekusi mati dari yang berwenang
“Kami pun masih menunggu. Karena, sampai sekarang memang belum ada perintah, atau surat pemberitahuan,” tegas Zaenal.
Ia menambahkan, karena belum ada pemberitahuan, Lapas IIA Wirogunan pun tak melakukan upaya persiapan khusus. Semisal pendampingan dari pemuka agama atau bentuk lain.
“Karena tak ada pemberitahuan, ya seperti biasa saja,” ujarnya.
Bahkan Mary Jane seperti sudah melupakan statusnya yang akan dieksekusi mati. Hal itu dibuktikan dengan aktivitas hariannya yang juga masih seperti biasanya. Setiap harinya, termasuk kemarin, dia ikut berolah raga bersama, ikut ibadah bersama.
JOGJA – Nasib terpidana mati, Mary Jane Fiesta Veloso (29) masih tak menentu. Padahal Presiden Joko Widodo telah menolak permohonan grasi terhadap
- KPJ Healthcare Malaysia Tawarkan Wisata Medis Berkualitas Bagi Pasien Indonesia
- Jelang Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 2, Honorer Satpol PP Ajukan 5 Tuntutan, Poin 4 & 5 Menohok
- Tanggapi Kisruh Grup Musik Sukatani, DPR: Kapolda Tidak Bisa Lepas Tanggung Jawab
- Kapolri Jenderal Listyo Tegaskan TNI-Polri tetap Solid Pascainsiden di Mapolres Tarakan
- Wamen Viva Yoga Ajak Perguruan Tinggi Berkolaborasi Membangun Kawasan Transmigrasi
- Komisi V DPR: Langkah Kemendes Pecat Pendamping Desa karena Maju Caleg Tidak Berdasar