Jenazah Pedagang Nasi Korban Pembunuhan di Mataram Sudah Diautopsi, Bagaimana Hasilnya?

Tindak pidana yang berawal dari penganiayaan itu terjadi pada Selasa (21/9) dini hari.
Ketika itu, korban sedang tidur pulas.
Motif karena pelaku sakit hati dengan korban yang kerap menghinanya dengan umpatan.
"Puncaknya ketika korban menegur pelaku yang buang sampah di selokan depan rumah," katanya.
Dalam aksi brutal HU turut terungkap bahwa suami korban yang bukan lain saudara kandungnya juga terkena luka tusuk di bagian punggung.
"Jadi, ketika mendengar keributan antara korban dengan pelaku, suami korban terbangun dari tidur dan melakukan perlawanan. Akibatnya, suami korban juga mengalami luka tusuk di bagian punggung. Ada sebanyak dua luka tusuk," ucap dia dalam konferensi pers dengan didampingi jajaran Reskrim Polresta Mataram.
Heri menyampaikan bahwa kondisi psikologis pelaku masuk dalam serangkaian penyidikan kasusnya.
Namun demikian, hasilnya masih menunggu dari pihak Rumah Sakit Universitas Mataram.
Porlesta Mataram membeber hasil autopsi terhadap jenazah seorang pedagang nasi yang menjadi korban pembunuhan.
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL Diduga Terencana, Ada Bukti
- Penyidik Usut Indikasi Kekerasan Seksual oleh Oknum TNI AL terhadap Juwita
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL, Denpomal Sita Sebuah Mobil
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Keluarga Juwita yang Tewas Diduga Dibunuh Oknum TNI AL Kecewa
- Info Terbaru soal Oknum TNI AL Diduga Membunuh Juwita Jurnalis di Banjarbaru