Jenderal Andika Bilang Begini Soal Penumpasan KKB di Papua

jpnn.com, PALU - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyampaikan pernyataan tegas soal penumpasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Jenderal bintang empat itu memastikan bahwa proses penumpasang KKB itu akan berlangsung dalam jangka panjang.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menjelaskan yang menjadi salah satu pengaruh operasi penumpasan akan berlangsung jangka panjang adalah penguasaan medan yang dominan oleh para KKB.
"Posisi kita sama seperti di Sulawesi Tengah lewat pola satuan operasi, yang berjalan normal adalah operasi penegakan hukum, bekerja sama dengan Polri serta instansi lain," kata Jenderal Andika seusai meninjau Pos Kotis Satgas Madago Raya di Poso, Sulteng, Jumat (13/5).
Mantan Komandan Paspampres itu mengatakan keterlibatan TNI dalam operasi tersebut dikhususkan pada keamanan dan bersifat cukup terbatas.
Oleh karena itu, Jenderal Andika menegaskan, pihaknya dalam bertindak betul-betul memperhatikan rambu-rambu operasi supaya tidak menimbulkan masalah baru.
"Kami menjaga pola operasi sesuai dengan rambu-rambu yang ada, untuk menjaga jangan sampai ada masalah baru ataupun masalah yang lebih besar lagi," ujar Jenderal Andika.
Lebih lanjut mantan Panglima Kostrad itu mengatakan terdapat dua kemiripan yang cukup menonjol antara operasi khusus penumpasan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso dengan operasi khusus di Papua, yakni medan yang terbilang sulit.
"Variabelnya cukup banyak, dan tantangannya itu berbeda-beda, di Papua dan Poso hanya medan operasinya saja yang sulit," tuntas Jenderal TNI Andika Perkasa. (antara/jpnn)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berbicara soal penumpasan KKB di Papua. Simak selengkapnya.
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi
- Bentrok Antarwarga di Maluku, Gubernur dan 2 Jenderal Turun Tangan
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Muncul Gerakan Kontra UU TNI, Nama Presiden Prabowo Disorot Warganet
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?