Jepang Berubah dari Kekaisaran Militer Jadi Negara Penjual Fantasi, Apa Pemicunya?
Minggu, 14 Juli 2024 – 05:11 WIB

Pokemon GO. Foto: Niantic
“Popularitas anime dan manga terjadi secara organik, berasal dari orang-orang, dimulai dari penggemar berat dan penggemar awal seperti saya.”
Baik Matt maupun istrinya Hiroko berpendapat inilah yang membuat anime menjadi otentik: anime tersebut tidak dipasarkan kepada mereka, atau bukan juga dimaksudkan untuk menjadi soft power.
Ini berbeda dengan soft power yang lebih disengaja dan diatur di negara-negara seperti Korea Utara dan Rusia.
"Soft power tidak akan berfungsi jika mengalir dari atas, ketika orang dewasa atau pihak berwenang mengatakan 'ambil ini, ini keren'," kata Hiroko.
"Kekuatan pendorong di balik popularitas anime, manga, dan apa pun yang berhubungan dengan itu… adalah manusianya sendiri."
Kredit
- Riset, penulis:
- Penerjemah:
- Grafik, ilustrasi & visual:
- Tambahan gambar: AdobeStock, Agence-France Presse (AFP), Associated Press (AP), YouTube, CrunchyRoll, Wikimedia, IMDB, Supplied
- Produser & editor:
Bagaimana animasi mengubah Jepang yang dianggap jadi ancaman militer saat perang dunia, menjadi negara yang menawarkan fantasi dan impian bagi anak muda
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
BERITA TERKAIT
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana