Jepang Punya Waktu 85 Hari Untuk Memastikan Olimpiade Tokyo Berjalan Aman

Profesor Wada mengatakan dalam pertandingan seperti golf atau tenis, penonton bisa menonton dari jarak yang cukup jauh.
"Mereka sudah berhasil menyelenggarakan turnamen dunia dengan protokol kesehatan," katanya.
Namun pertanyaan besarnya, menurut Profesor Wada adalah apa yang akan terjadi pada turnamen besar dari olahraga yang melibatkan kontak fisik langsung.
Dia mengatakan bahwa Olimpiade masih bisa dilaksanakan, dan penting bagi mendukung para atlet yang sudah berlatih keras sejauh ini.
Namun, saat ini, pemerintah kota Tokyo dan pemerintah nasional Jepang tengah memprioritaskan penanganan COVID.
Keadaan darurat masih diberlakukan namun tidaklah sampai 'lockdown' seperti yang dilakukan negara-negara lain.
Warga masih bisa mengunjungi kafe dan restoran namun di masa darurat ketiga ini, penjualan alkohol tidak lagi diperbolehkan.
Pemerintah telah meminta agar tempat-tempat yang biasanya menyediakan alkohol seperti karaoke dan bar untuk ditutup.
Situasi COVID-19 di Jepang semakin memburuk, namun pihak penyelenggara tetap yakin bahwa Olimpiade Musim Panas akan tetap dimulai di Tokyo 23 Juli mendatang
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana