Jerry Pastikan Jokowi Ingin Rantai Pasokan Alkes, Oksigen, Obat-obatan dan Vitamin Lancar

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan bersama instansi lain seperti Polri, Kemenkes dan lain-lain bertindak cepat dalam menindak penimbunan serta spekulasi alat kesehatan maupun obat penunjang Covid-19.
Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Kemendag punya satu unit khusus dalam pengawasan dan penindakan pelanggaran dalam bidang perdagangan yaitu Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN).
“Kemendag melalui Ditjen PKTN bergerak cepat bersama Polri, BPKN dan lain-lain. Karena itu bisa kita lihat bahwa penimbunan-penimbunan yang tidak sewajarnya terhadap alkes dan obat Covid bisa segera terungkap dan ditangani," terang Jerry, Kamis (22/7).
Pengawasan dan penindakan yang cepat ini menurut Jerry bisa menjadi sarana untuk memberikan efek jera. Dia mengingatkan bahwa negara saat ini sedang berjuang sungguh-sungguh untuk mengendalikan penyebaran dan dampak Covid-19.
Karena itu dia meminta kerja sama semua pihak agar tidak mencari kesempatan yang tidak wajar di masa pandemi ini.
"Kami menyadari pedagang dan pelaku usaha juga ingin untung. Tetapi tentu saja ada batas kewajaran tertentu, baik secara legal maupun etis," terangnya.
Menurut dia, akan lebih baik bila semua pihak bersikap mendukung masyarakat dan negara dengan melakukan aktivitas yang sewajarnya atau bahkan lebih mengutamakan nilai-nilai sosial.
Jerry memastikan pemerintahan Presiden Joko Widodo ingin memastikan bahwa rantai pasokan alkes, oksigen dan obat-obatan serta vitamin bisa berlangsung lancar.
Kemendag bersama Polri bekerja sama memberantas penimbunan alkes dan obat Covid-19
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar