Jika BBM Naik, Menag Genjot Pemerataan BOS Madrasah
Jumat, 30 Maret 2012 – 13:05 WIB

Jika BBM Naik, Menag Genjot Pemerataan BOS Madrasah
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan jika kenaikan BBM tetap dilakukan, pihaknya akan menggenjot pemerataan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah di lingkungan madrasah. Menurut Suryadharma Ali, kebijakan ini sudah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menag mebambahkan, untuk jenjang pendidikan tinggi juga akan disediakan beasiswa untuk mahasiswa S1, S2, dan S3, baik yang ingin belajar di dalam negeri maupun di luar negeri. Sehingga, subsidi BBM yang diberikan pemerintah, tidak akan diberikan dalam bentuk uang tetapi dalam wujud peningkatan pelayanan pendidikan.
“Jika memang harga BBM naik, maka konsekuensi yang harus dilakukan pemerintah adalah pemerataan pendidikan universal 12 tahun. Maka, kita akan mengupayakan BOS itu bisa dinikmati dari mulai jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madraasah Tsanawiyah (Mts), hingga Madrasah Aliyah (MA),” ungkap Menag di Jakarta, Jumat (30/3).
Selain pemerataan BOS, lanjut Menag, pemerintah juga terus meningkatkan besaran beasiswa yang akan diberikan kepada siswa miskin berprestasi. Disebutkan, besaran beasiswa siswa miskin berprestasi ini akan dinaikkan dari Rp 1.800.000 per orang menjadi Rp 3.000.000 per orang.
Baca Juga:
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan jika kenaikan BBM tetap dilakukan, pihaknya akan menggenjot pemerataan dana Bantuan Operasional
BERITA TERKAIT
- Kompetisi Inovasi Teknologi Elektro Trisakti Cup 2025 Targetkan Siswa SMA Sederajat
- ITS Gandeng Ganesha Menyosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru FTSPK
- Pesantren 1.000 Cahaya, Misi Pendidikan Ramadan untuk Anak Yatim dan Disabilitas
- Pemprov Jabar Bakal Tebus 335.109 Ijazah Siswa Menunggak Uang Sekolah, Duitnya Rp 1,3 T
- Ruang Pintar PNM Perluas Akses Pemberdayaan Ibu dan Anak
- BINUS University Kukuhkan 7 Guru Besar Sekaligus di Awal 2025