Jimly : Pengadilan Etika Ajang Pembelaan
Minggu, 28 Desember 2008 – 21:45 WIB
Jimly Asshiddiqie. Foto : Agus Srimudin/JPNN
JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan (DK) Komisi Pemilihan Umum Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH menegaskan bahwa pengadilan etika bagi kelima orang anggota KPUD Sumatera Selatan merupakan ajang pembelaan. Bila ada diantara anggota KPUD Sumsel yang sudah 'dipecat' sementara itu mangkir atau tak mau menghadiri panggilan pada 30 Desember 2008, berarti mempermudah DK membuat keputusan final, pemecatan. Prosesi pencecaran akan dilakukan mirip dengan persidangan di pengadilan, kata Jimly, semua anggota DK akan bertanya dan menyelidiki apa sebenarnya yang memicu kekisruhan di tubuh KPUD Sumsel terkait penetapan anggota KPUD Kabupaten/Kota se-Sumsel, juga tentang dugaan money politic, indikasi adanya dua anggota KPUD yang menjadi kepengurusan partai politik.
”Kelima anggota KPUD Sumsel itu dipanggil untuk disidang. Dalam sidang itulah mereka bisa membela diri. Kalau mereka tak hadir, ya rugi sendiri. Itu berarti mempermudah kami membuat keputusan. Ya, langsung saja,” tegas Jimly kepada JPNN, Minggu malam (28/12).
Baca Juga:
JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan (DK) Komisi Pemilihan Umum Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH menegaskan bahwa pengadilan etika bagi kelima orang anggota
BERITA TERKAIT
- Asuransi Jasindo Mudik Bikin Arus Balik Lebih Aman & Nyaman
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung
- Golkar Aceh Mendukung Program PP AMPG untuk Bersihkan 444.000 Rumah Ibadah di Indonesia
- Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Sebelum ke Pelabuhan
- Warga Bojongsoang Geger Temuan Mayat Bayi di Tumpukan Sampah
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global