JK Datang Langsung Serang
Kamis, 02 Juli 2009 – 21:25 WIB

JK Datang Langsung Serang
JAKARTA -- Adu kejelian dan kepintaran antara Jusuf Kalla dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak dalam debat capres putaran terakhir yang digelar di Jakarta, Kamis (2/7) malam. JK memanfaatkan sesi pemaparan visi misi untuk langsung menyerang SBY dengan persoalan iklan pilpres satu putaran. Dengan tegas, meski didahului kata maaf kepada SBY, JK menyatakan iklan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Pentingnya pilpres satu putaran dengan alasan demi menghemat uang Rp4 triliun juga ditentang JK. Serangan lebih tajam dilanjutkan JK. Dia mengatakan, kalau proses demokrasi hanya diukur dengan uang, dirinya takut pada 2014 mendatang tidak ada lagi pilpres hanya untuk tujuan menghemat uang negara. "Saya mohon maaf, saya takut pada tahun 2014 nanti ada iklan (dengan bunyi, red) 'lanjutkan terus', tanpa pilpres demi menghemat Rp 20 triliun. Mari jalankan demokrasi dengan cara-cara demokratis," ucapnya, lagi-lagi disambut tepuk tangan hadirin. SBY sendiri ikut tepuk tangan, tapi tampak tidak bersemangat.
"Maaf Pak SBY, iklan Bapak pemilihan satu putaran, dengan alasan hemat Rp 4 triliun itu artinya demokrasi dipandang dalam uang," tandas JK sembari memandang SBY. Pernyataan JK it langsung disambut tepuk tangan meriah hadirin. SBY sendiri tampak kaget, namun tetap tersenyum.
Baca Juga:
JK melanjutkan, sejak awal dirinya berupaya agar anggaran untuk pemilu ditekan sehemat mungkin. Dari usulan KPU yang Rp45 triliun, akhirnya bisa ditekan hanya menjadi Rp 25 triliun. Karena itu, menurut JK, angka Rp 4 triliun untuk sebuah putaran pilpres adalah angka wajar.
Baca Juga:
JAKARTA -- Adu kejelian dan kepintaran antara Jusuf Kalla dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak dalam debat capres putaran terakhir yang digelar
BERITA TERKAIT
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini