JK Dinilai Layak jadi Ikon Perdamaian Indonesia
Senin, 18 Oktober 2010 – 18:53 WIB

JK Dinilai Layak jadi Ikon Perdamaian Indonesia
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dinilai pantas menjadi ikon perdamaian Indonesia. Hal ini antara lain seperti disampaikan Ketua Umum PDS, Denny Tewu, berdasarkan adanya permintaan Presiden Palestina Red Crescent Society (PRCS) Younis Alkhatib agar JK lebih berperan dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel.
"Ini merupakan kehormatan bagi Indonesia, memiliki seorang tokoh sekaliber JK. Beliau dihargai oleh mereka yang sedang berkonflik. Baik di Palestina dan Israel, maupun Thailand Selatan dan Srilanka," kata Denny, dalam pesan singkatnya kepada JPNN, Senin (18/10).
Baca Juga:
Disebutkan Denny lagi, konflik Israel dan Palestina sudah seperti (wabah) endemic yang sulit diobati. Peran Amerika yang selalu menjadikan konflik tersebut sebagai isu politik oleh setiap kandidat maupun presiden terpilih, menunjukkan kalau itu merupakan persoalan yang luar biasa.
"Jadi, kalau seorang JK dapat memberikan solusi atas konflik Palestina-Israel atau konflik Aceh, maka pantas jika JK mendapatkan Nobel. Bahkan menjadi Bapak Perdamaian Indonesia. PDS mendukung upaya perdamaian yang dilakukan siapa pun dan di mana pun," tandasnya. (esy/jpnn)
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dinilai pantas menjadi ikon perdamaian Indonesia. Hal ini antara lain seperti disampaikan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Kades Kohod & 3 Tersangka Lain Ditahan Bareskrim
- Tokoh Masyarakat: Mau Ramadan, Jangan Saling Serang Soal Pagar Laut Tangerang
- Versi Pimpinan Komisi VI, Danantara Bakal Dikelola Profesional dan Bisa Diaudit
- Mendiktisaintek Brian Yuliarto Mendorong Pembentukan Dewan Insinyur
- KPPU Pantau Kenaikan Harga Bawang Putih
- Ramadan 2025, Sahabat Yatim Luncurkan Program untuk Bahagiakan Anak Yatim