JK Minta Polisi Transparan Tangani Novel Baswedan

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta publik tidak salah mengartikan istilah kriminalisasi dalam kasus hukum. Termasuk pula dalam langkah Bareskrim Polri menangani kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan penyidik KPK, Novel Baswedan.
"Yang paling penting ialah jangan kriminalisasi. Kriminalisasi itu maksudnya tidak ada kasusnya, lalu dibuat-buatkan. Itu tidak boleh, tapi jangan pula dilebih-lebihkan," tegas JK -sapaan karib Jusuf Kalla- di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/5).
JK menyatakan, jika kasus yang dilaporkan masyarakat terkait Novel Baswedan benar terjadi, maka itu tidak termasuk dalam kriminalisasi. "Kalau ada kasus kemudian diperiksa itu pasti bukan kriminalisasi. Bahwa nanti kemudian setelah diperiksa lalu bebas ya sudah bebas," imbuhnya.
JK menegaskan, tak bileh ada yang kebal hukum. Termasuk anggota Polri dan KPK, ujarnya, jika bersalah harus ditindak secara hukum.
"Di kepolisian ini terbuka juga. Ada bintang empat kena kasus juga, bintang tiga bintang dua, bintang satu, semuanya. Di antara kita tidak boleh ada yang kebal," tegasnya.
Namun JK juga berpesan agar Polri dalam menyelesaikan kasus Novel tetap mengedepankan transparansi. Penyidikan kasus itu, tambahnya, harus sesuai jalur hukum yang berlaku.
Kasus Novel bermula saat ia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu pada 2004. Kala itu, Novel yang masih berpangkat Iptu diduga menembak pencuri sarang walet.(flo/jpnn)
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta publik tidak salah mengartikan istilah kriminalisasi dalam kasus hukum. Termasuk pula dalam langkah
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Ketua HIPMI Jaya Dorong Pemerintah Libatkan UMKM dalam Program Danantara dan RUU Minerba
- Dukung SDM Unggul, Hutama Karya Siapkan Program Pengembangan Talenta
- TB Hasanuddin Kecam Ulah Oknum TNI Serang Polres Tarakan
- Wamendagri Apresiasi Dukungan Megawati pada Retret Kepala Daerah
- Usut Gratifikasi Pejabat Pajak, KPK Periksa Bos PT Cakra Kencana Indah dan PT Mitra Adiperkasa
- TB Hasanuddin Minta Puluhan Prajurit TNI Penyerang Polres Tarakan Dihukum Berat