JK Yakini Pembatalan Mutasi Pati Tak Akan Bikin Gaduh TNI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku tak akan mencampuri keputusan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto tentang pembatalan mutasi 16 perwira tinggi (pati) yang sebelumnya diputuskan oleh Jenderal Gatot Nurmantyo. Wapres yang karib disapa JK itu menyerahkan persoalan itu kepada internal TNI.
"Itu masalah internal TNI ya," kata JK usai menutup Munaslub Partai Golkar di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (20/12) malam.
JK meyakini langkah Hadi membatalkan mutas 16 pati tidak akan menimbulkan kegaduhan. Sebab, TNI punya disiplin yang kuat.
"Saya kira tidak (gaduh), itu masalah internal. TNI itu punya disiplin yang kuat, tergantung panglimanya bagaimana," ujar JK.
Sebelumnya Hadi membatalkan sejumlah mutasi pati di institusinya yang diputuskan di era kepemimpinan Jenderal Gatot Nurmantyo. Hadi mengaku punya alasan tersendiri sehingga membatalkan kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/928/XII/2017 tanggal 4 Desember 2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI itu.(boy/jpnn)
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku tak akan mencampuri keputusan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto tentang pembatalan mutasi 16 perwira tinggi.
Redaktur & Reporter : Boy
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Muncul Gerakan Kontra UU TNI, Nama Presiden Prabowo Disorot Warganet
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Buntut Dugaan Pembunuhan Jurnalis di Kalsel, Legislator Minta Evaluasi Pembinaan TNI