Jleb!!! Inilah Serangan Terbaru Ahok ke Sandiaga

jpnn.com - JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut Sandiaga Uno telah gagal paham karena menantangnya melakukan pembuktian harta terbalik.
Pria yang beken dipanggil Ahok itu menjelaskan, untuk membuktikan kejujuran seorang pejabat pemerintah, Indonesia menggunakan pembuktian harta terbalik melalui hasil ratifikasi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Melawan Korupsi. Dan salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Makanya KPK periksa uang saya dari mana sejak 1999," ucapnya di kompleks Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (3/10).
Jadi, kata Ahok, seorang pejabat akan terlihat apakah profil dan gaya hidupnya sesuai dengan LHKPN. "Nah, saya kan sudah teruji," tegasnya.
Namun, lanjut eks Bupati Belitung Timur itu, cara berbeda justru harus dilakukan bagi kalangan swasta untuk membuktikan hartanya. Karenanya, sebut dia, pemerintah pusat mengeluarkan program tax amnesty agar warga biasa bisa melaporkan penghasilan dan harta mereka yang selama ini tidak diketahui publik.
"Dalam hal ini Pak Sandiaga ikut (tax amnesty), berarti itu juga membuktikan Pak Sandiaga dulu tuh ngemplang pajak. Enggak bayar pajak gitu ya," pungkasnya sambil terkekeh.
Sebelumnya, Sandiaga menantang Ahok untuk melakukan pembuktian terbalik terhadap harta yang dimiliki. calon wakil gubernur DKI pendamping Anies Baswedan itu berencana menemui Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) guna membahas prosedur pembuktian terbalik harta pejabat.
"Pekan depan akan ke IAI, menyambut apa yang diajak Pak Basuki (Ahok, red) melakukan harta pembuktian terbalik. Kita buka semua, dan dibuktikan hartanya terbalik," tutur Sandiaga. (uya/JPG)
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut Sandiaga Uno telah gagal paham karena menantangnya melakukan pembuktian harta terbalik.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump