Jokowi Bagikan 675 KIP dan 1.500 PKH di Salatiga

jpnn.com, SALATIGA - Presiden Joko Widodo kembali memanfaatkan kunjungan kerjanya ke Salatiga, Jawa Tengah untuk membagikan langsung Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat.
Saat berkunjung ke kota berjuluk Indonesia Mini tersebut, Senin (25/9), Jokowi -sapaan Presiden- membagikan 675 KIP kepada pelajar dan 1.500 PKH kepada masyarakat di SMA Negeri 3 Salatiga, Kelurahan Sidorejo, Kota Salatiga.
Besaran bantuan yang didapatkan para pelajar penerima bantuan ialah sebesar Rp 450.000 per tahun untuk yang berada di tingkat SD, Rp 750.000 bagi yang berada di tingkat SMP, dan Rp1 juta bagi pelajar SMA atau SMK.
Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana, menjelaskan bahwa dana bantuan yang diterima dari KIP digunakan hanya untuk keperluan sekolah, seperti membeli buku, tas, sepatu, seragam sekolah. "Bisa untuk beli pulsa? Untuk beli pulsa tidak boleh. Kalau dibelikan pulsa, kartunya dicabut," kata Jokowi.
Sementara bagi penerima PKH, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp1.890.000 bagi tiap penerima. Dana total yang tersedia dalam kartu PKH itu bisa diambil sebanyak empat kali melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah.
Presiden mengatakan bahwa bantuan PKH tersebut digunakan untuk keperluan pendidikan dan gizi keluarga. "Di dalam PKH ada anggaran Rp1.890.000. Itu dipakai untuk pendidikan anak, keperluan gizi anak-anak. Ingat tidak boleh untuk membeli rokok," tegas dia.
Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (fat/jpnn)
Rp1 juta bagi pelajar SMA atau SMK.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar