Jokowi: Begitu Kita Undur, Biaya Akan Semakin Besar
Selasa, 11 April 2017 – 21:36 WIB

Presiden Jokowi saat dikerumuni warga di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (25/3/2017). foto : metrotabagsel/JPG
Di samping itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diminta ikut berkontribusi membiayai pembangunan.
“Pilihan terakhir ini baru ditempuh dengan pembiayaan dari APBN atau APBD," tukas Jokowi.
Bahkan, mantan Wali Kota Surakarta itu meminta proses sekuritisasi pada BUMN berupa penjualan aset sebagai modal kembali untuk pembangunan juga bisa dilakukan.
Jokowi juga meminta jajaran menteri kabinet terbuka bila ada kendala pembiayaan pembangunan infrastruktur. Seperti pada proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek, Kereta Cepat Jakarta – Bandung, Kereta Kencang Jakarta – Surabaya, maupun jalan.(fat/jpnn)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur yang menjadi program utama pemerintahannya bersama
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
BERITA TERKAIT
- Gubernur Jateng Mengajak Bupati & Wali Kota Fokus Membangun Infrastruktur di 2025
- Prabowo: Danantara Akan jadi Salah Satu Pengelola Dana Kekayaan Negara Terbesar di Dunia
- Beri Swasta Peran Lebih Besar untuk Infrastruktur, Prabowo: Lebih Efisien dan Tepat Waktu
- Presiden Prabowo Serahkan Pembangunan Infrastruktur kepada Swasta
- Jokowi Lakukan Pertemuan Terbatas dengan Sultan HB X di Klaten
- Hadir di Indonesia, RIIFO Siap Membangun Infrastruktur Berkualitas