Jokowi, Biden, dan Elon
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Insiden ‘’Lost in Translation’’ ini mengungkapkan banyak hal.
Tengara Ben Bland bahwa Jokowi tidak cukup kompeten dalam diplomasi internasional terkuak lagi, karena Jokowi tidak tahu bahwa ‘’secretary’’ dalam tata pemerintahan Amerika adalah ‘’menteri’’.
Dalam sistem pemerintahan Amerika yang presidensial, kepala negara dan pemerintahan dipegang oleh presiden dan pembantu presiden disebut sebagai ‘’secretary’’ yang artinya menteri.
Dalam sistem pemerintahan parlementer Inggris dan negara-negara berbahasa Inggris, kepala pemerintahan adalah perdana menteri dan kepala negara dipegang oleh Ratu Inggris.
Pembantu perdana menteri disebut ‘’minister’’ yaitu ‘’menteri’’.
Model Inggris disebut sebagai ‘’Westminster System’’ dan model Amerika diplesetkan sebagai ‘’Washminster’’ atau sistem Washington.
Jamuan oleh Presiden Biden di Gedung Putih juga menjadi sorotan sekalangan netizen Indonesia, karena Biden lebih asyik berbicara kepada Sultan Brunei Hasan Al-Bolkiah ketimbang dengan Jokowi.
Seharusnya pada kesempatan itu Jokowi bisa berbincang serius dengan Biden untuk membicarakan masalah Rusia dan persiapan G-20.
Jokowi baru saja berkunjung ke Amerika. Jokowi tidak dijemput tuan rumah Presiden AS Joe Biden menjadi sorotan. Pertemuan dengan Elon Musk juga menjadi bahasan.
- Renovasi Rumah
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana