Jokowi Diminta Selamatkan Tanah Rakyat yang Diserobot Pengembang
![Jokowi Diminta Selamatkan Tanah Rakyat yang Diserobot Pengembang](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/watermark/2019/03/06/aksi-unjuk-rasa-fkmti-di-depan-kantor-bpn-tangsel-foto-ist.jpg)
jpnn.com, TANGSEL - Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) menuntut Presiden Joko Widodo turun tangan membantu warga yang tanahnya diserobot pengembang. Hal ini disampaikan mereka terkait sejumlah kasus perampasan tanah di Tangerang Selatan, yang sampai sekarang belum rampung.
"Wali kota Tangsel, gubernur Banten dan Presiden Jokowi untuk dapat mengembalikan tanah rakyat yang dirampas oleh konglomerat secepat-cepatnya." Demikian bunyi keterangan pers FKMTI yang diterima redaksi, Rabu (6/3).
Menurut FKMTI, komitmen Jokowi memastikan legalitas tanah rakyat berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Masih banyak rakyat yang dipersulit untuk membuat serta memproses sertifikat tanah mereka oleh oknum-oknum birokrasi. Bahkan, banyak tanah rakyat yang belum pernah dijual namun dikuasai serta dirampas oleh konglomerat.
FKMTI menuding aparat birokrasi dan penegak hukum ikut membantu pengembang menguasai tanah rakyat. Karena itu, mereka mendesak kolusi antara pemerintah dengan pengembang dihentikan.
Terkait masalah ini, FKMTI bersama sejumlah warga yang mengklaim sebagai korban pengembang, telah menggelar unjuk rasa di depan Kantor BPN Tangsel, Senin (4/3) lalu. " Jika tuntutan ini tidak dilaksanakan dalam tempo sesingkat-singkatnya, kami akan terus berunjuk rasa hingga hak dikembalikan." Tutup FKMTI. (dil/jpnn)
Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) menuntut Presiden Joko Widodo turun tangan membantu warga yang tanahnya diserobot pengembang.
Redaktur & Reporter : Adil
- Massa ARM Minta Polri Usut Pagar Laut yang Dipasang pada Era Jokowi
- Rocky Gerung Berikan Saran untuk Jokowi agar Gibran Punya Tempat Sendiri
- Bambang Widjanarko: Jangan Benturkan Kebijakan Presiden Prabowo dengan Jokowi
- Keputusan Bahlil soal Elpiji 3 Kg Dianggap Bahlul
- Grafiti 'Adili Jokowi' Kembali Menjamur di Jakarta, Tanda Publik Makin Murka?
- Eks Pimpinan KPK dan Aktivis Laporkan PSN PIK 2 ke KPK, Sebut Ulah Jokowi