Jokowi: Kebijakan Satu Peta Bisa Selesaikan Konflik Lahan
Bila kebijakan ini segera dituntaskan, mantan gubernur DKI Jakarta itu meyakini mampu menyelesaikan beragam persoalan agraria yang sering muncul di lapangan.
Termasuk, mempercepat penyelesaian batas daerah di seluruh tanah air.
Pulau Kalimantan sendiri pada 2016 silam telah menjadi fokus dalam kebijakan satu peta.
Adapun pada 2017 kemarin, Jokowi meminta agar fokus perhatian diberikan kepada Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
"Sedangkan pada tahun 2018 ini kita akan fokus untuk menggarap kebijakan satu peta untuk Papua, Maluku, dan Jawa, sehingga tahun 2019 kebijakan satu peta bisa selesai secara keseluruhan," tegasnya.
Di sisi lain, Presiden meminta permasalahan yang saat ini masih ada di lapangan harus segera diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemetaan.
Salah satunya ialah terkait dengan hak ulayat dan batas-batas desa.
"Saya minta segala permasalahan yang muncul di lapangan segera dicarikan solusinya, khususnya terkait peta tanah ulayat dan batas desa. Sehingga peta tunggal yang dihasilkan akan bisa memberikan kepastian dan bisa dijadikan pegangan kita bersama," tambah Jokowi.(fat/jpnn)
Kebijakan satu peta penting agar diperoleh satu referensi geospasial dengan satu standar.
- Prabowo Terbuka Bila Jokowi Masuk Gerindra, tetapi Tak Mau Memaksa
- Menteri Nusron Ungkap 60 Persen Konflik Lahan Libatkan Oknum ATR/BPN
- Menko Airlangga Sebut Data Kebijakan Satu Peta Harus Aman, Tak Bisa Diretas
- Jokowi Teken Pengesahan UU Kementerian Negara, Ini Perubahannya
- Jokowi Resmikan 24 Ruas Jalan dan Jembatan di Aceh, Begini Harapannya
- Soal Wacana Aksi 20 Oktober, Pengamat: Masyarakat Sebaiknya Bisa Menghargai Karya Jokowi