Jokowi Menang Lagi, Kakek 69 Tahun Bayar Nazar Jalan Kaki Singaraja - Denpasar

jpnn.com, DENPASAR - Seorang pria di Bali sepuh bernama Made Suharta berjalan kaki dari Buleleng hingga Denpasar. Pria berumur 69 tahun itu menempuh perjalanan selama 4 hari dari kampung halamannya di Singaraja, Buleleng hingga ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Suharta mengungkapkan, dirinya berjalan kaki sepanjang 80 kilometer dari Singaraja hingga Denpasar untuk membayar nazar. Sebelum Pilpres 2019, Suharta berjanji akan berjalan kaki dari Singaraja hingga Denpasar jika Joko Widodo (Jokowi) menang lagi.
“Kalau normal saja pasti menang Jokowi. Namun, saya khawatir karena ada hoaks-hoaks itu sebelum pilpres. Kemudian saya berjanji jika (Jokowi) menang saya akan jalan kaki dari Singaraja ke Denpasar," ujarnya di kantor Gubernur Bali, Rabu (17/7).
Kakek yang telah memiliki 11 cucu itu mengaku sangat mengidolakan Jokowi. Baginya, Presiden Ketujuh RI itu adalah sosok pemimpin yang sangat merakyat.
Suharta pun berangkat membayar nazarnya tanpa berpamitan ke istrinya. “Kalau bilang pasti tak dikasih izin,” ujarnya lantas tersenyum.
Selain itu, Suharta juga membawa surat untuk Presiden Jokowi, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Bupati Buleleng I Putu Suradnyana. Isinya adalah permintaan Suharta agar pemerintah menyelamatkan kawasan hutan di Bali.
Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra yang menyambut kedatangan Suharta langsung terkagum-kagum. Indra menyambut Suharta karena Gubernur Bali I Wayan Koster sedang ada acara di luar kantor.
BACA JUGA: Sambut Kedatangan Sandi, Warga Bali Teriakkan Nama Jokowi
Seorang pria di Bali sepuh bernama Made Suharta berjalan kaki dari Buleleng hingga Denpasar demi membayar nazar lantaran Jokowi menang pilpres lagi.
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar