Jokowi Minta Diantar ke Pabrik Bulu Mata dan Rambut Palsu

jpnn.com, PURBALINGGA - Presiden Joko Widodo alias Pak Jokowi berharap, pengembangan bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah bisa memicu pertumbuhan ekonomi di daerah itu.
Apalagi di Purbalingga saat ini terdapat sejumlah investasi dan industri yang sedang berkembang pesat. Salah satunya pembuatan bulu mata dan rambut palsu yang merupakan terbesar kedua di dunia. Pabriknya mampu menyerap kurang lebih 60 ribu tenaga kerja lokal.
Karena itu, di luar agenda kunjungan kerjanya di Kabupaten Purbalingga, Senin (23/4), Jokowi meminta untuk diantar ke salah satu pabrik bulu mata dan rambu palsu.
Di salah satu pabrik, Jokowi melihat langsung proses pembuatan bulu mata dan rambut palsu. “Ini terbuat dari apa?” tanya dia kepada karyawan pabrik yang tengah menyusun rambut palsu di sebuah maneken. “Ini sintetis, pak,” jawab karyawan tersebut.
Pabrik yang berada Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga tersebut mempekerjakan 8.600 tenaga kerja dan menghasilkan produk yang diekspor ke Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat.
Setelah dari pabrik tersebut, suami Iriana melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Banjarnegara. Turut mendampingi Jokowi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Plt. Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, dan Bupati Purbalingga Tasdi. (fat/jpnn)
Di luar agenda kunjungan kerja di Purbalingga, Pak Jokowi minta diantar ke pabrik rambut palsu dan bulu mata.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Pengamat Politik Sebut Wajar Jokowi Diunggulkan Jadi Ketua Wantimpres RI
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI