Jokowi Minta Promosi Wisata Sumba Dikelola Lebih Modern

"Itu adalah simbol napas kehidupan," tambah Jokowi.
Jokowi menambahkan, setiap suku dan daerah memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Karena itu, dia meminta Parade Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba harus dibuat secara berkelanjutan.
Dengan begitu, tingkat kunjungan wisatawan tetap berlangsung meski tidak ada festival.
Dia berharap kegiatan tersebut dikelola secara modern dan dipublikasikan lebih gencar di media sosial.
Misalnya, mengundang para blogger datang ke Sumba untuk membantu promosinya.
"Kalau perlu cari sutradara film, baik nasional maupun internasional yang mau produksi filmnya dengan latar belakang keindahan Sumba supaya NTT makin terkenal di mancanegara," ucap Jokowi.
Sebelum meninggalkan Lapangan Galatama, Jokowi menyaksikan atraksi budaya, parade kuda, proses tenun ikat, serta menyapa dan berswafoto dengan masyarakat. Bahkan, dengan mengenakan pakaian adat Sumba, suami Iriana sempat naik kuda Sandelwood.
Presiden Joko Widodo menikmati langsung keunikan budaya di Sumba Barat Daya saat menghadiri Parade Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba
- Menpar Widiyanti Sebut Peringatan Nuzulul Qur'an Momen Memperkuat Nilai-nilai Kebajikan
- Wamenpar Ni Luh Puspa Petakan Potensi Wisata di Bali Timur, Ini Tujuannya
- Backstagers Indonesia Serahkan Manifesto Peta Jalan Industri Event ke Kemenpar
- Menpar Widiyanti Sampaikan 3 Poin Utama yang Perlu Diperbaiki di RUU Kepariwisataan
- Wamenpar Ajak Wisatawan Nikmati Wisata Alam di DeLoano Glamping Magelang
- Endry Lee, Sosok di Balik Kesuksesan MensaPro Indonesia