Jokowi Sepertinya Ingin Terlihat Seolah Tanpa Musuh di Periode Kedua

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Adi Prayitno menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkesan ingin terlihat 'tanpa musuh' di periode kedua kepemimpinannya.
Menurut dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta itu, kesan muncul dari berbagai kondisi perpolitikan di Tanah Air belakangan ini.
"Saya menangkap kesan, Presiden Jokowi di periode kedua ini sepertinya ingin terlihat zero enemy," ujar Adi kepada jpnn.com, Kamis (12/11).
Direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia ini kemudian membeberkan sejumlah kondisi perpolitikan terkini di Tanah Air.
Dimulai dari pemberian gelar kepada dua tokoh yang sebelumnya sangat kritis kepada pemerintahan Joko Widodo. Yaitu, Fahri Hamzah dan Fadli Zon.
Kemudian, pemberian penghargaan pada Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo.
Terbaru, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia, setelah tiga tahun berada di Arab Saudi.
Adi membenarkan, pemberian penghargaan kepada Fahri, Fadli dan Gatot, secara aturan memang sangat memungkinkan.
Presiden Jokowi di periode kedua terkesan ingin terlihat tanpa musuh dan mungkin tujuannya untuk kebaikan bersama..
- Jadi Ketua Dewan Pembina PARFI '56, Fadli Zon Sampaikan Komitmen untuk Industri Film
- Di Hong Kong, Fadli Zon Banggakan Film Nasional kian Mengglobal
- Hong Kong International FILMART 2025, Fadli Zon: Saatnya Indonesia Jadi Pemain Utama
- Hari Musik Nasional 2025, Vinyl Indonesia Raya dari 8 Versi Diluncurkan
- Berdialog dengan Fadli Zon, Putu Rudana: Seni Budaya Harus Jadi Mercusuar Bernegara
- Prabowo: Danantara Akan jadi Salah Satu Pengelola Dana Kekayaan Negara Terbesar di Dunia