Jokowi, Xi Jinping, dan Muhyiddin
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Pengangkatan ini menandai era baru di China di bawah Xi Jinping yang sudah mengubah konstitusi yang memungkinkannya untuk menjabat 3 periode, dan bahkan lebih.
Para pemimpin China rata-rata menjabat 2 periode sesuai konstitusi.
Pendiri Republik China Mao Zedong--yang memimpin revolusi China--hanya memimpin 10 tahun secara formal sejak 1949 sampai 1959.
Deng Xiaoping—yang dianggap sebagai pemimpin China terbesar setelah Mao—juga memimpin secara formal tidak lebih dari 10 tahun sampai dengan kematiannya pada 1997.
Xi Jinping terlihat berambisi menjadi pemimpin terbesar era global mengalahkan Mao dan Deng.
Xi Jinping memulai era ekspansionis China di dunia internasional dengan proyek Road and Belt Initiative, proyek infratruktur internasional yang menyabungkan China dengan Afrika dan Eropa.
Dengan memperpanjang jabatannya menjadi 3 periode Xi Jinping mempunyai waktu lebih panjang untuk mewujudkan ambisinya menjadi kekuatan superpower baru menantang Amerika Serikat.
Dua peristiwa di luar negeri itu membawa resonansi ke Indonesia.
Penahanan Muhyiddin Yassin digambarkan sebagai warning kepada Presiden Jokowi untuk berhati-hati dalam melaksanakan proyek infrastruktur.
- Polemik Mobil Dinas, Supian Suri Berpotensi Korupsi
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- GMSK Dukung KPK Dalami Keterlibatan Febrie Diansyah di Kasus TPPU SYL
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI