Jonan Diminta Terbitkan Izin Ekspor Nikel Kadar Rendah

jpnn.com - jpnn.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Nikel Indonesia (APNI) Ladjiman Damanik meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerbitkan rekomendasi izin ekspor nikel kadar rendah.
Menurutnya, nikel kadar rendah di bawah 1,7 persen tidak bisa diolah oleh smelter dalam negeri.
Smelter di tanah air hanya bisa mengolah nikel kadar tinggi.
Padahal, nikel kadar rendah ini sangat diminati oleh luar negeri.
"Jadi kan kalau diekspor bisa memberikan nilai tambah," kata Ladjiman di Jakarta, Senin (6/3).
Menurut Ladjiman, nikel dengan kadar rendah ini bernilai rendah di dalam negeri. Selama ini, hasil nikel kadar rendah selalu disimpan oleh penambang dengan harapan suatu saat harganya akan tinggi.
"Di Indonesia nikel kadar rendah itu tidak bisa digunakan. Tapi ini bukan waste, di luar negeri diperlukan. Suatu saat harganya akan sangat tinggi. Makanya kami berharap bisa melakukan ekspor itu," harap Ladjiman.
Dia mengklaim, saat ini sudah ada seratus perusahaan yang mengajukan izin ekspor ke Kementerian ESDM.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Nikel Indonesia (APNI) Ladjiman Damanik meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerbitkan
- Bea Cukai Berikan Fasilitas Kawasan Berikat untuk Produsen Tas Jinjing di Jepara
- ISACA Indonesia Lantik Kepengurusan, Harun Al Rasyid Pertegas Soal Peningkatan IT GRC
- Hadir di Indonesia, Adecco Siap Bawa Standar Global untuk Ketenagakerjaan
- Presiden Prabowo Minta Deregulasi Genjot Daya Saing dan Investasi Industri Padat Karya
- Great Eastern Life Indonesia-OCBC Luncurkan GREAT Legacy Assurance, Ini Keuntungan & Manfaatnya
- BPKH Limited Luncurkan 60 Unit Bus Baru untuk Layanan Jemaah Haji dan Umrah