Jual Motor Hasil Curanmor di Facebook, Ya Sudahlah

Menurutnya, hal itu dipicu beberapa faktor, mulai dari pengawasan orang tua yang longgar hingga pergaulan pelaku. Sebab kebanyakan pelaku remaja tersebut melakukan aksinya dari hanya sekedar nongkrong-nongkrong biasa.
"Apalagi jika mereka juga menenggak miras, begitu ada kesempatan merekapun beraksi. Hingga membuat mereka ketagihan hingga menjadi spesialis," terangnya.
Selain adanya dua faktor tersebut, ada pula yang memang sengaja direkrut oleh komplotan pelaku yang sudah lebih dahulu beraksi.
Mereka dilatih bagaimana merampas dan juga merusak kunci kontak motor, kemduian setelah agak mahir, merekan diajak "bermain".
Setelah itu, orang yang melatih mereka hanya duduk santai menunggu sepeda motor curian diserahkan dan kemudian dijual.
"Beberapa kasus kejahatan jalanan memang seperti itu. Hal inilah yang membuat pelaku selalu beregenerasi, meski kami sudah menangkap dedengkotnya," tandas Leo. (yua/no)
Pengungkapan kasus pencurian motor tersebut berawal saat pihaknya melihat sebuah postingan di salah satu grup Facebook.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Pembaruan Pada Tab Friends Sebagai Penebusan 'Dosa' Facebook
- Kurir di Palembang Jadi Korban Curanmor, 138 Paket Ikut Raib
- Asyik! Kreator Konten Bisa Dapat Cuan Tambahan Lewat Unggahan di Story, Begini Caranya
- Menganggur & Banyak Utang, Eks Karyawan Bank di Palembang Pilih Mencuri Mobil
- Pelaku Curanmor Beraksi di Parkiran Rumah Sakit, Begini Modusnya
- Residivis Sekaligus Spesialis Curanmor di Musi Rawas Ditangkap