Juli, Pembatasan BBM Diuji Coba
Pada SPBU dan Angkot di Jakarta
Jumat, 27 Mei 2011 – 01:51 WIB
Menurut Evita, uji coba penggunaan RFID ini sangat penting sebagai sarana sosialisasi untuk mengenalkan masyarakat, khususnya sopir angkutan umum dan petugas SPBU, terkait rencana pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. "Nanti, petugas SPBU dan sopir angkutan umum bisa sama-sama melihat cara kerja RFID," terangnya.
Selain itu, lanjut Evita, uji coba penggunaan RFID ini juga sangat penting bagi pemerintah untuk mengumpulkan data perilaku konsumsi BBM bersubsidi oleh angkutan umum secara komprehensif. "Data itu sangat penting untuk penyusunan kebijakan selanjutnya," ujarnya.
Meski RFID dan sticker barcode pada angkutan umum benar-benar asli, namun sementara ini pemerintah belum akan menerapkan kuota atau membatasi konsumsi BBM angkutan umum tersebut. "Ini uji coba alatnya saja, belum ada pembatasan (pembelian BBM) karena aturannya memang belum ada," katanya.
Menteri ESDM Darwin Z. Saleh menambahkan, hingga saat ini, pemerintah memang belum menentukan kapan pelaksanaan pembatasan konsumsi BBM akan dilakukan. "Namun, kami akan berusaha sekuat tenaga agar kuota BBM bersubsidi 38, 5 juta kiloliter tidak terlampaui dan penyalurannya tepat sasaran," ujarnya.
JAKARTA - Rencana pembatasan konsumsi BBM bersubsidi terus bergulir. Kali ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan uji
BERITA TERKAIT
- Pertamina Patra Niaga Regional JBB Sigap Atasi Kebocoran Pipa BBM di Cakung-Cilincing
- MR. DIY Bakal Melantai di Bursa, Tawarkan Saham Mulai Rp 1.650
- Bintang Sempurna Meraih 3 Penghargaan di Asian Print Awards 2024
- Kementerian BUMN Setorkan Dividen ke Negara Rp 85,5 Triliun, Optimistis Meningkat 2025
- Pertamina Temukan Sumur MNK, Peneliti: Bagus, Ini Upaya untuk Tingkatkan Produksi
- Mendes Yandri Optimistis Desa Mampu Penuhi Bahan Baku Protein Program Makan Bergizi Gratis