Jumlah Guru Bahasa Jawa Ternyata Minim

Yakni, mengajarkannya secara tunggal sama dengan pelajaran lain.
Alasannya, agar pembelajaran tetap efisien dan siswa bisa memahaminya.
Untuk mengisi kekurangan tersebut, yang mengajar dua guru tidak tetap (GTT) dari jurusan bahasa Jerman dan bahasa Jepang.
Ketua Dewan Pendidikan Surabaya (DPS) Martadi menyampaikan, kurangnya jumlah guru bahasa Jawa bisa dilihat dari minimnya lulusan prodi tersebut di perguruan tinggi.
''Di Jatim hanya ada dua jurusan yang memiliki bahasa Jawa dan tiap tahun menghasilkan tak lebih dari 50 lulusan,'' ungkapnya.
Kondisi itu secara langsung memengaruhi kurangnya jumlah guru di sekolah.
Contohnya, yang terjadi di Surabaya. Dengan perhitungan minimal saja, satu sekolah satu guru bahasa Jawa, kebutuhan tersebut tidak bisa dipenuhi dalam waktu singkat.
Sebab, jumlah sekolah di Surabaya mencapai 1.600 lembaga.
SURABAYA - Implementasi Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 19 Tahun 2014 di tingkat sekolah/madrasah belum optimal. Aturan itu mengatur pembelajaran
- Mendikdasmen Ungkap Pesan Penting Prabowo soal Kualitas Pendidikan Dasar
- Universitas Terbuka Luluskan 29 PMI di Korea Selatan
- Wamen Fauzan: Era Kolaborasi, Kampus Harus Bersinergi dengan Pemda
- Untar dan KSU Perkuat Kerja Sama Global Lewat Konferensi Dunia & Bertemu Presiden Taiwan
- Guru Sekolah Rakyat dari PNS & PPPK, Diusulkan Kepala Daerah
- Kemdiktisaintek Membuka Peluang Sarjana Kuliah S2 Setahun, Lanjut Doktoral