Jumlah Pemegang Visa Sementara di Australia Semakin Meningkat

"Ketika saya menjalankan program ini, angka 30 ribu saja sudah dianggap sebagai masalah." kata Rizvi.
"Angka 200 ribu merupakan angka yang mengerikan."
Menteri Urusan Multikultur Australia Alan Tudge menolak memberikan komentar langsung mengenai meningkatnya bridging cisa,m dengan mengatakan 'hampir semua kenaikan visa jangka pendek sejak saya menjabat adalah mahasiswa internasional."
"Mayoritas pemegang visa jangka pendek adalah warga Selandia Baru, mahasiswa internasional dan turis."
Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton mengatakan partainya 'memperkenalkan kembali integritas' dalam program migrasi sejak adanya pemotongan terhadap pemberian visa permanen bulan Juli.
Proses penyelesaian visa lebih lama
Abdul Rizvi mengatakan bahwa kenaikan jumlah bridging visa berarti sebagian migran menggunakan penundaan proses visa mereka untuk bisa lebih lama tinggal di Australia.
"Ini menggambarkan penurunan integritas dan menurunnya efisiensi dalam pemrosesan." katanya.
Agen migrasi Jonathan Granger dari Granger Australia menggambarkan naiknya jumlah bridging visa merupakan hal yang tidak terduga.
Dia mengatakan kenaikan disebabkan dua faktor - meningkatnya jumlah orang yang ditolak visanya yang mengajukan banding, dan meningkatnya proses pengecekan visa.
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang