Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem 3,8 juta Jiwa, Pendapatan Mereka di Bawah Rp 11.512/Hari

Menurut Edy, presiden telah mengungkapkan sasaran pembangunan pada tahun 2022 pada pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 Beserta Nota Keuangannya, Senin.
Sasaran pembangunan itu, yakni tingkat pengangguran terbuka 5,5—6,3 persen, tingkat kemiskinan di kisaran 8,5—9,0 persen, dengan penekanan pada penurunan kemiskinan ekstrem.
Tingkat ketimpangan rasio gini di kisaran 0,376—0,378, serta indeks pembangunan manusia di kisaran 73,41—73,46.
Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran untuk perlindungan sosial sebesar Rp 427,5 triliun.
Dana ini untuk membantu masyarakat miskin dan rentan memenuhi kebutuhan dasarnya.
Dalam jangka panjang, diharapkan akan mampu memotong rantai kemiskinan.
Meski begitu, kata Edy, upaya tersebut tidak bisa tercapai tanpa adanya kertelibatan banyak pihak, terutama kerja keras dan kerja sama lintas kementerian/lembaga serta antara pemerintah pusat dan daerah.
"Karena program-program pengentasan masyarakat dari kemiskinan tersebar di berbagai K/L dan pemda sehingga diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang sangat kuat," ucapnya.
Jumlah penduduk miskin ektrem di 2020 mencapai 3,8 juta jiwa, presiden ingin menjadi nol di 2024. Pendapatan mereka di bawah Rp 11.600 per hari.
- Lakukan Transformasi Layanan, ASDP dan KSP Bahas Penguatan Proyek Strategis Nasional
- Prabowo: Danantara Akan jadi Salah Satu Pengelola Dana Kekayaan Negara Terbesar di Dunia
- Pakar Kebijakan Publik Mervin Komber Mengkritik Kantor Komunikasi Kepresidenan dan KSP, Simak
- Komentari Usulan MBG Pakai Dana Zakat, Istana: Sangat Memalukan!
- Jokowi Lakukan Pertemuan Terbatas dengan Sultan HB X di Klaten
- Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Terkorup Versi OCCRP, Guntur Romli Colek KPK-Kejagung