Jumlah Perempuan Aborigin yang Bekerja Meningkat

Secara keseluruhan penyerapan tenaga kerja dari kalangan warga Aborigin di Australia telah menurun dalam sepuluh tahun terakhir. Tetapi jika hanya melihat data perempuan Aborigin hasilnya berbeda.
Angka terbaru menunjukkan ada peningkatan dari jumlah perempuan Aborigin yang mendapat pekerjaan. Bahkan dilaporkan banyak diantara mereka yang mencapai jabatan tinggi dalam profesinya.
Salah satunya adalah Terri Jenke, yang kini menjadi pemilik firma hukum di Sydney, Australia.
"Sekitar 18 tahun lalu saya memutuskan untuk membuka layanan hukum sendiri yang sebenarnya tidak saya niatkan saat sedang sekolah hukum," kata Terri.
Setelah Terri kesulitan mendapat pekerjaan, ia akhirnya berpikir keras untuk mencari tahu apa yang sebenarnya ia ingin lakukan untuk hidupnya.
"Saya ingin menjadi pengacara bagi warga Aborigin agar mereka mendapatkan haknya."
Firma hukum miliknya sekarang sudah memperkerjakan 10 karyawan, kebanyakan adalah perempuan dari kalangan Aborigin
"Tidak ada jalan [bagi perempuan Aborigin] sebelumnya [untuk membuka usaha], karena sangat sulit. Saya memberanikan diri mendirikan kantor di kawasan Redfern dan mendapat satu klien yang baik."
- Dunia Hari Ini: Vatikan Mengatakan Paus Fransiskus Masih dalam kondisi kritis
- Dunia Hari Ini: Ledakan Bus di Israel Diduga 'Serangan Teror'
- Pelajar di Luar Negeri Ikut Dukung Aksi 'Indonesia Gelap'
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Subianto Lantik 481 Kepala Daerah
- Dunia Hari Ini: Bus Terjun ke Jurang di Bolivia, 30 Orang Tewas
- Omon-Omon Pemangkasan Anggaran: Efisiensi yang Kontradiktif?