Jumlah Turis Hutan Sangeh Turun Drastis, Kera-Kera Lapar Serbu Rumah Penduduk
Dan mereka tidak takut untuk mengambil tindakan sendiri, kata Gustu Alit.
Seringkali, monyet berkeliaran di desa dan duduk di atap, kadang-kadang melepaskan tegel dan menjatuhkannya ke tanah.
Ketika penduduk desa mengeluarkan makanan persembahan keagamaan setiap hari di teras mereka, monyet-monyet itu melompat turun dan membawa kabur makanan itu.
“Beberapa hari lalu saya menghadiri upacara adat di pura dekat hutan Sangeh,” kata Gustu Alit.
"Ketika saya memarkir mobil saya dan mengeluarkan dua kantong plastik berisi makanan dan bunga sebagai persembahan, dua monyet tiba-tiba muncul dan mengambil semuanya dan berlari ke hutan dengan sangat cepat."
Biasanya, monyet menghabiskan sepanjang hari berinteraksi dengan pengunjung — mencuri kacamata hitam dan botol air, menarik pakaian, melompat-lompat — dan Gustu Alit berteori bahwa lebih dari sekadar lapar, mereka bosan.
“Makanya saya mengajak warga desa di sini untuk datang ke hutan bermain dengan kera dan menawarkan mereka makanan,” katanya.
"Saya pikir mereka perlu berinteraksi dengan manusia sesering mungkin agar mereka tidak menjadi liar."
Monyet-monyet yang lapar di Bali menyerbu rumah-rumah penduduk untuk mencari makanan yang enak disantap
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- ASDP: Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Meningkat
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun